Monday, March 08, 2010

MashaAllah....
setelah 4,5 th blog ini kutinggalkan tanpa meninggalkan jejak goresan sedikitpun.....
Alhamdulillah blog ini masih ada & terpelihara.... ;-)
Kukan kembali melatih diri untuk menuliskan suasana hati & pikir di sini...

Friday, September 23, 2005

Sahabatku nan Hangat & Ekspresif
Siang itu 14 Mei 2005, kudengar suara sms masuk di hpku....Ya Allah bunda... :
"MasyaAllah, bunda kangen banget dengan m'Ikoh...Bagaimana di India? Bunda selalu berdoa untuk kebahagiaan m'Ikoh. Mbak dapat salam taklim dari Wahyu, sekarang jadi dosen UGM dengan Diana. Soen bunda Sofi ."
Bunda....sahabatku......kau masih hangat dan ekspresif seperti dulu.....
Sahabat di mushola, Diana, Wahyu dan teman lainnya....hatiku gembira mendengar kalian telah menjadi Guru sekaligus sahabat dan tetap bersahabat dengan mahasiswa ....menggembangkan Islam melalui ilmu psikologi....
Kalian telah menyebar di UGM, IAIN Yogya, USU, IKIP Jakarta, IKIP Padang, universitas swasta lain... AllahuAkbar...akankah aku menyusul kalian, mewujudkan cita-cita kita dulu?
Bayangan kebersamaan di fapsi tercinta yang penuh kehangatan dan keramahan....muncul kembali...hingga....
Sore itu 29 Mei 2005, terdengar suara sms masuk ke hpku.... rupanya bunda....:
"Ass. M'Ikoh. afwan ya baru mbales....Bunda baru ke Medan terus ke Mataram. Subhanallah....foto-fotonya indah sekali. Bahagia. Bunda sampai nangis.....Auli ganteng sekali, seperti abinya."
Ah, Bunda bisa saja.....Rupanya bunda masih banyak kesibukan di luar yogya selain mengajar. Guruku...kau masih tetap empatik, hangat dan ekspresif seperti dulu. Itulah mungkin yang membuat bunda tetap di hati mahasiswanya juga para kliennya.
Sahabat....
Kuingat kebersamaan bersama kalian
Kehangatan .....senyum dan empati...
Adalah semboyan, latihan dan hiasan wajah kita
Keseharian penuh kekeluargaan...
Kekhasan, nuansa fakultas kita....
Tak terasa tlah 2,5 tahun kutinggalkan kalian.....

Guruku : Bunda & Bapak..... Pasangan Ideal Itu
Guruku.........sebutan ini sangat lekat dengan perasaan dan memoriku. Sejak saya TK hingga kuliah bahkan sampai berkeluarga. Banyak dari guruku yang memberi kesan sekaligus pengalaman yang mendalam dalam diri dan pribadiku. Salah satu guruku masih sangat dekat denganku hingga kini adalah pasangan suami isteri, keduanya guruku semasa aku kuliah di fakultas Psikologi UGM.
Aku masih ingat saat bunda menelfonku dari Yogya ke kampungku untuk bertanya tentang kabarku..... Juga ketika bapak (suami bunda) yang kebetulan dosen pembimbing skripsiku pernah juga menelfonku. Saat itu sesudah sumpahan profesi psikolog, menunggu hari H pernikahanku, aku silaturrahmi ke salah seorang saudara yang tinggal di Jakarta. Saat aku pulang ke kampung, bapak-ibu ku mengatakan bahwa dosenku, Pak M. Noor Rochman Hadjam menelfonku. "Penting!" katanya, aku diminta telfon balik. Aku agak dag-dig-dug ada apakah gerangan dosen pembimbing skripsi S1 ku dulu sampai telfon ke kampung halamanku?
Aku telfon bapak untuk menanyakan hal itu... Subhanallah rupanya bapak menelfonku untuk menyampaikan kabar gembira, rupanya hasil penelitian skripsiku bersama penelitian beliau disatukan (karena saling berhubungan), kemudian dikirim dan ternyata diterbitkan oleh jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Bapak bilang itu bisa bermanfaat bila aku ingin mencari pekerjaan nanti. Subhanallah....Alhamdulillah, terimakasih guru.....
Hingga saat aku berkunjung ke rumah bunda dan bapak, bunda bisa menjadi sahabatku untuk berbagi dan menguatkan. Subhanallah...indahnya....persahabatan itu. Saat tiba waktu sholat, kami berjamaah dengan bapak di mushola rumah beliau.
Hmmm.............rumah yang sejuk dan asri.....baik secara fisik (arsitekturnya) maupun psikis (situasi & nuansa yang kami rasakan didalamnya).
Di bagian belakang rumah ada banguan yang terpisah dari bangunan induk itulah rumah yang dihuni oleh anak yatim yang bunda & bapak biayai hingga lulus kuliah. Salah satunya kutahu sudah menjadi dosen di UMS. Ya Rabb.......betapa mulia hati Bunda & Bapak......oh guruku....moga kubisa mengikuti jejakmu.
Yogya, Mei 2004

Wednesday, September 21, 2005

"Taj Mahal.....Sebuah Peninggalan Islam"
Subhanallah..............Keindahan seni arsitektur Islam, terbuat dari marmer putih, yang dibangun oleh seorang ustadz, arsitektur dari Persia, yang berusia 16 tahun, Isa Khan. Dibangun atas perintah seorang Raja dari dinasti Mughal, Syah Jahan, demi memenuhi permintaan istri tercintanya, Mum Taj, agar sang suami membangun makam untuk dirinya.
Pembangunan Taj Mahal memerlukan waktu 22 tahun, itulah mengapa sang arsitek tidak bersedia melanjutkan pembangunan sebuah bangunan semacam Taj Mahal yang terbuat dari marmer hitam, sepeninggal Syah Jahan. Bangunan ini rencananya akan digunakan sebagai makam bagi Syah Jahan. Mengapa pilihan warna jatuh pada warna hitam, mengapa tidak seragam saja, marmer putih saja?
Filosofi yang terkandung dalam pilihan warna tersebut untuk menggambarkan bahwa pasangan suami dan isteri adalah pasangan yang saling melengkapi, ibarat bumi, satu malam dan satu siang. Syah Jahan berencana membangun makam bagi dirinya di seberang Sungai Yamuna yang terletak di belakang bangunan Taj Mahal. Konon ditempat itulah dahulu Syah Jahan pertama kali melihat gadis Mum Taj yang baru saja mandi di sungai Yamuna, dan ditempat itu pulalah syah Jahan wafat.
Pengunjung dapat melihat diseberang sungai Yamuna terdapat pondasi bangunan yang akan digunakan sebagai makam Syah Jahan, namun Allah berkehendak lain, sebelum bangunan itu selesai dibangun sang raja telah meninggal duluan, hingga akhirnya dimakamkan bersama sang permaisuri, di Taj Mahal.

"Indahnya Gerimis di Taj Mahal"
Gerimis..........keindahan alami
Lukisan alam karunia Illahi
Taj Mahal...........
Keindahan tersendiri
Nilai seni arsitektur Islam
Simbol cinta & romantisme
suami terhadap isteri
Subhanallah.........
Kesejukan gerimis-Mu
memberikan kesejukan sampai relung hatiku.

"Gateway of Taj Mahal...."
Memasuki kota Agra sopir menawarkan jasa guide untuk memandu perjalanan kami dengan membayar 300Rs (sekitar 60 ribu). Kami menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Alhamdulillah guidenya sudah setengah baya dan sangat care dengan anak-anak. jadi Auliya nyaman juga bermain bersama dia.
Tiket masuk per orang berbeda antara warga India (25Rs) dan orang asing (500Rs).
Alhamdulillah saat kami sampai di sana, disambut hujan gerimis.......padahal di India saat itu sedang musim panas. Saya jadi ingat pesan teman saya di Mumbai untuk memakai baju katun karena jalannya jauh dan panas sekali. Gate of Taj Mahal merupakan pintu masuk lingkungan Taj Mahal. Di sebelah depan kanan ada banyak ruang yang dahulu digunakan sebagai tempat menyimpan kuda.
Warna putih di bagian lengkung kubah itu adalah pola gambar-gambar bunga dari batu-batu onik beraneka warna dengan kaligrafi qur'an mengikuti bentuk garis merah persegi yang tampak di foto.

"Subhanallah....AllahuAkbar ...."
Inilah kata yang terungkap saat pertama kali ummi menjejak tanah yang ada di Agra district, Uttar Pradesh-India. Sebelumnya tidak pernah terbersit dalam pikiran ummi bahwa kami akan sanggup mengunjungi Taj Mahal, yang konon termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia. Namun Allah berkehendak lain........ Semoga kesempatan ini bisa memberi atsar (bekas) tersendiri bagi kami untuk mengambil hikmah dari perjalanan panjang hidup ini. Amin.........

6 Maret 2005 :
Perjalanan dimulai dari Mumbai pada siang hari dengan menggunakan pesawat selama 2,5 jam ke New Delhi. Begitu keluar airport hmmm....kami bisa menikmati udara yang jauh lebih bersih dan segar daripada Mumbai. Senang sekali hati ummi bisa melihat banyak pepohonan hijau,taman-taman kota dengan bunga warna-warninya. Sampai ummi bilang ke abi: "Abi....nah ini dia India yang kayak film-film India." Abi bilang :" Ya karena ini kota pemerintahannya, Mi. Lihat gedung-gedung dan taman kotanya saja seperti di Eropa". Memang ummi lihat lingkungan itu sangat bersih, rapi, dan lenggang untuk ukuran ibu kota pemerintahan. Tak terasa taxi sudah sampai di hotel.
Mengingat kami membawa serta si kecil, maka kami langsung menuju Ashok Hotel yang berada di kawasan Chanakyapuri, berdekatan dengan kantor-kantor kedutaan besar yang berada di kota New Delhi. Abi mengingatkan ummi untuk beristirahat, mengingat besok pagi-pagi kami akan mengadakan perjalanan jauh. Abinya tahu kalo si ummi tuh kalo diajak jalan gampang kali capek .... Abi cari info ke Tour Hotelnya, terus booking Tour ke Agra. Akhirnya kami memutuskan Individual Tour saja, dengan pertimbangan walaupun sedikit lebih mahal, namun lebih nyaman & fleksible karena kita membawa anak kecil. Kan Auliya bisa bobo' dengan ummi di mobil, selain itu kami tidak terkungkung waktu & aktivitas yang harus diikuti oleh rombongan tour ke tempat-tempat yang sudah hotel tentukan. Akhirnya abi, ummi, dan Auliya bobo'...simpan energi buat besok.
7 Maret 2005 :
Pagi kami berangkat agak mundur dari rencana semula. Perjalanan yang harus ditempuh New Delhi-Agra 4 jam. Subhanallah.......di New delhi ummi bisa lihat masjid, Islamic center yang kebetulan jarang ummi temukan di Mumbai. Perjalanan yang kami tempuh melalui kawasan pedesaan ..... melihat kehidupan di pedesaan....tanah dan ladang yang luas,sehingga mata lepas memandang, tanpa harus terjebak lalu lintas seperti di Mumbai. Terlihat barisan orang hindu membawa bendera oranye untuk mengambil air suci, kata Raam, sopir kami.
Sopir membawa kami berhenti di sebuah kawasan dimana turis banyak berhenti sejanak, beristirahat minum kopi dengan snack India. Subhanallah.... lagi-lagi ummi berdecak kagum melihat taman bunganya. Ummi dan Auliya asyik sekali menikmati suasana alami, terdengar bunyi sittar India yang diamainkan seorang laki-laki dipintu masuk. Sampai tidak terasa berhentinya 1,5 jam sendiri. Nah waktu keluar dari halaman dan kebun luas kawasan itu, kami melihat seorang laki-laki tua meniup seruling dan seekor ular kobra tampak meliuk-liuk. Laki-laki itu melambaikan tangan kepada kami untuk ikut menikmati atraksi itu. Sebenarnya hati kecil ummi tertarik pingin melihat, tapi di sisi lain hiii.......ummi masih ngeri kalo ngelihat itu ular.
Kami melanjutkan perjalanan, ditengah jalan sopir menanyakan apakah kami ingin masuk ke Hindu Temple yang baru dengan arsitektur yang sekilas mirip dengan Taj Mahal? Kami bilang kami tidak akan masuk, kecuali berfoto saja. Ada juga satu Masjid yang sangat Indah arsitekturnya, seperti dari tanah/batu batamerah tua, kami lalui dalam perjalanan itu.
Satu hal yang membuat ummi sangat bahagia.....sepanjang perjalanan, kebetulam Auliya cukup banyak tidur karena cuaca sejuk....hujan. Ummi dan Abi menggunakan momen ini sebagai kesempatan sharing tentang masing-masing pribadi, masa lalu , dan latar belakang keluarga masing-masing (toh sopir tidak tahu karena kami memakai bahasa Indonesia). Maklumlah...........ummi & abi kan kagak ada masa pacaran maupun taaruf (masa saling mengenal). Juga pekerjaandan kesibukan abi sering membuat kami melupakan kebutuhan bertukar pikiran maupun perasaan. Subhanallah.........kayak orang baru pacaran aja ya............ (sambil senyum-senyum).

Tuesday, September 20, 2005

Analisa Sosial Muslimah Indonesia di Mumbai
Hidup & kehidupan ..... telah dan akan banyak mengajari manusia tentang kesabaran, ketabahan, kehikmatan & kearifan. Namun hal ini hanya berlaku pada orang-orang yang tahu & mau untuk berfikir. Hidup & kehidupan pulalah yang akan membentuk jiwa & pribadi seseorang. Maka seseorang dapat menjalani, menghayati, dan menikmati hidup tergantung bagaimana dia tahu dan mau.
Hidup & kehidupan sangat erat kaitannya dengan life-style (pola/gaya hidup). Seorang manusia tentu memiliki pola dalam hidupnya,yang erat kaitannya dengan prinsip diri dan seberapa kuat lingkungan mempengaruhinya. Prinsip diri yang kuat akan membuat seseorang memiliki arah yang jelas dalam hidupnya, sekuat apapun pengaruh lingkungan pada dirinya.Kehidupan modern merupakan arus deras yang mau tidak mau harus dihadapi dan dijalani oleh manusia.Disinilah pentingnya peran prinsip hidup dalam menyeberangi arus kehidupan untuk mencapai pulau tujuan. Bila seseorang tidak memiliki prinsip hidup yang kuat dalam dirinya, maka dia akan sangat mudah dikendalikan oleh arus hidup modern dan lingkungan yang ada di sekitarnya.
Sebuah analisa yang saya lakukan setelah kami sekeluarga tinggal di Mumbai-India selama 1 tahun,yang saya lakukan pada kehidupan para WNI yang menetap di Mumbai. Bahwa kehidupan mereka sebagai orang Indonesia yang terkenal dengan kerukunan,gotong royong,dan keramahtamahannya sudah semakin menipis. Budaya tersebut telah terganti dengan sisi keegoisan, hedonisme, samen leven. Memang kebanyak WNI yang sampai diMumbai adalah orang-orang yang cukup cerdas dan sukses di dunia kerjanya sehingga mereka dikirim ke luar negeri dan membawa anak istrinya juga.Beberapa ada juga wanita WNI yang menikah dengan orang Mumbai ataupun dengan bule yang mempunyai posisi bagus di perusahaannya.Juga kebutuhan dan keinginan akan sebuah forum silaturrahmi yang bisanya sangat marak di kalangan WNI seakan tidak pernah muncul secara kuat di Mumbai. Yang membuat saya sangat heran, jumlah WNI muslim yang ada di Mumbai cukup banyak, namun tidak ada satupun forum pengajian atau forum apapun di Mumbai. Pihak Konsulat Jenderal RI pun tidak berusaha memfasilitasi keberadaan forum semacam itu. Hingga pernah pada bulan ke-8 saya di Mumbai, saya berniat menggugah hati para muslimah di Mumbai untuk mengadakan forumsilaturahmi & pengajian. Itupun denganbungkus Lunch yang disertai bagi pengalaman dari seorang ibu karyawati Konjend RI yang baru saja pulang berhaji. Cukup banyak yang beralasan untuk hadir, yang hadirpun kebanyakan karena mereka sudah dekat dengan saya, bukan karena mereka memang butuh. Hal ini terbukti dari minat mereka di dalam forum tersebut juga tanggapan atas follow up yang menurut penceramah, tampaknya tidak doyan dengan acara macam begituan. MasyaAllah......Mereka lebih suka dan semangat kalo diundang lunch yang tentunya disertai dengan ngobrol dan paling menjemukan adalah menggosip ala ibu-ibu. Belum lagi gaya sok hedon nya wanita-wanita yang kawin sama bule......MasyaAllah....hidup mereka sudah bebas sebebas-bebasnya, hidup bersama dengan alasan pacaran selama bertahun-tahun, kawin beda agama, tiap hari kerjanya shopping, lunch, makan di hotel, gym, pergi ke bar atau party, minum-minum ....Naudzubillahhimindzalik...... Apalagi didukung dengan party yang sangat sering diadakan oleh perusahaan para suami dan American School of Mumbai.
Semoga Allah tetap memberikan kekuatan dan keistiqomahan pada kami sekeluarga untuk senantisa lurus di Jalan-Nya. Amin........

Monday, August 29, 2005

Subhanallah...............Anakku Menasehatiku.
Auliya beberapa kali minta ummi nemenin dia nonton CD kartun Oswald Zindegi....(Kehidupan Oswald-seekor octopus), padahal ummi lagi sibuk masak di dapur. Auliya bolak-balik ke dapur, narik-narik baju dan tangan ummi untuk duduk di depan TV. "Ummi......ayuk....lewat kesana aja, ayuuuk....." Ummi bilang : "Adek, ummi lagi masak....."
Akhirnya ummi mengalah, ikut tarikan tangan Auliya ke depan TV. Setelah 10 menit ummi nemenin Auliya nonton CD, ummi perlahan menuju dapur melanjutkan kerjaan ummi yang belum kelar. Sampai 3 kali begitu. Eh, tak lama kemudian terdengar teriakan Auliya: "Ummiii............ayuk sini aja!" Ummi bilang: "Sebentar adek...." Rupanya Si adek kagak sabar, mulai terdengar teriakan dan tangisnya lagi : "Ummi............." Tiba-tiba terdengar teriakan "Ummi...ayuk...!" disertai sebuah tarikan kuat sekali di baju belakang ummi. Ummi kaget dan refleks menarik kembali baju ummi dan melepaskan, mungkin tepatnya mengibaskan tangan kecil si adek..... Sontak tangis Auliya makin mengeras, sambil bilang : "Ummi ....jangan begini!" teriaknya berulang kali sambil menirukan gerakan mengibaskan tangan. Astaqfirullahal'adzim.......Ummi tersadar, rupanya Auliya menagis keras bukan karena tangan yang sakit atau apa.....tapi karena dia merasa umminya mengibaskan alias menolak dirinya. Subhanallah.....Alhamdulillah...Allahu Akbar.....anakku telah menasehati umminya. Sejenak ummi terpekur, rupanya anak ummi sangat halus perasaannya, cukup kuat daya nalarnya, dan sangat cepat kemampuan verbalnya, untuk anak seusianya.
"Adek marah ya?" tanya ummi. "Ummi minta maaf ya, ummi sayang sama adek kok......." sambil kupeluk buah hatiku. Sebulan ini beberapa kali kerap Ummi temukan adek memprotes atau lebih tepatnya menasehati Ummi secara spontan, begitu dia merasa ummi melakukan sesuatu yang tidak tepat menurut Auliya. Di usianya 2,8 tahun, anakku telah pandai menasehatiku.......
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a'yyun...wa ja'alna lilmuttaqina imamma....Ya Allah ya Rab kami, jadikanlah pasangan kami dan anak-anak kami hiasan mata dan penyejuk hati kami.....Amien.....