Tuesday, September 20, 2005

Analisa Sosial Muslimah Indonesia di Mumbai
Hidup & kehidupan ..... telah dan akan banyak mengajari manusia tentang kesabaran, ketabahan, kehikmatan & kearifan. Namun hal ini hanya berlaku pada orang-orang yang tahu & mau untuk berfikir. Hidup & kehidupan pulalah yang akan membentuk jiwa & pribadi seseorang. Maka seseorang dapat menjalani, menghayati, dan menikmati hidup tergantung bagaimana dia tahu dan mau.
Hidup & kehidupan sangat erat kaitannya dengan life-style (pola/gaya hidup). Seorang manusia tentu memiliki pola dalam hidupnya,yang erat kaitannya dengan prinsip diri dan seberapa kuat lingkungan mempengaruhinya. Prinsip diri yang kuat akan membuat seseorang memiliki arah yang jelas dalam hidupnya, sekuat apapun pengaruh lingkungan pada dirinya.Kehidupan modern merupakan arus deras yang mau tidak mau harus dihadapi dan dijalani oleh manusia.Disinilah pentingnya peran prinsip hidup dalam menyeberangi arus kehidupan untuk mencapai pulau tujuan. Bila seseorang tidak memiliki prinsip hidup yang kuat dalam dirinya, maka dia akan sangat mudah dikendalikan oleh arus hidup modern dan lingkungan yang ada di sekitarnya.
Sebuah analisa yang saya lakukan setelah kami sekeluarga tinggal di Mumbai-India selama 1 tahun,yang saya lakukan pada kehidupan para WNI yang menetap di Mumbai. Bahwa kehidupan mereka sebagai orang Indonesia yang terkenal dengan kerukunan,gotong royong,dan keramahtamahannya sudah semakin menipis. Budaya tersebut telah terganti dengan sisi keegoisan, hedonisme, samen leven. Memang kebanyak WNI yang sampai diMumbai adalah orang-orang yang cukup cerdas dan sukses di dunia kerjanya sehingga mereka dikirim ke luar negeri dan membawa anak istrinya juga.Beberapa ada juga wanita WNI yang menikah dengan orang Mumbai ataupun dengan bule yang mempunyai posisi bagus di perusahaannya.Juga kebutuhan dan keinginan akan sebuah forum silaturrahmi yang bisanya sangat marak di kalangan WNI seakan tidak pernah muncul secara kuat di Mumbai. Yang membuat saya sangat heran, jumlah WNI muslim yang ada di Mumbai cukup banyak, namun tidak ada satupun forum pengajian atau forum apapun di Mumbai. Pihak Konsulat Jenderal RI pun tidak berusaha memfasilitasi keberadaan forum semacam itu. Hingga pernah pada bulan ke-8 saya di Mumbai, saya berniat menggugah hati para muslimah di Mumbai untuk mengadakan forumsilaturahmi & pengajian. Itupun denganbungkus Lunch yang disertai bagi pengalaman dari seorang ibu karyawati Konjend RI yang baru saja pulang berhaji. Cukup banyak yang beralasan untuk hadir, yang hadirpun kebanyakan karena mereka sudah dekat dengan saya, bukan karena mereka memang butuh. Hal ini terbukti dari minat mereka di dalam forum tersebut juga tanggapan atas follow up yang menurut penceramah, tampaknya tidak doyan dengan acara macam begituan. MasyaAllah......Mereka lebih suka dan semangat kalo diundang lunch yang tentunya disertai dengan ngobrol dan paling menjemukan adalah menggosip ala ibu-ibu. Belum lagi gaya sok hedon nya wanita-wanita yang kawin sama bule......MasyaAllah....hidup mereka sudah bebas sebebas-bebasnya, hidup bersama dengan alasan pacaran selama bertahun-tahun, kawin beda agama, tiap hari kerjanya shopping, lunch, makan di hotel, gym, pergi ke bar atau party, minum-minum ....Naudzubillahhimindzalik...... Apalagi didukung dengan party yang sangat sering diadakan oleh perusahaan para suami dan American School of Mumbai.
Semoga Allah tetap memberikan kekuatan dan keistiqomahan pada kami sekeluarga untuk senantisa lurus di Jalan-Nya. Amin........

0 Comments:

Post a Comment

<< Home